Monday, April 23, 2012

Peradaban Islam Pada Zaman Umayah di Syiria (661-680 M) dan Adalusia (705-1031 M)


 
Dinasti Umayah dibedakan menjadi dua: pertama, Dinasti Umayah dirintis dan didirikan oleh Mu’awiyah Ibn Sufyan yang berpusat di Damaskus (Syiria) yang berlangsung sekitar satu abad dengan mengubah sistem pemerintahan dari sistem khilafah menjadi sistem kerajaan atau monarki; kedua, Dinasti Umayah di Adalusia yang pada awalnya merupakan wilayah taklukan Umayah dipimpin oleh seorang gubernur pada zaman Walid Ibn Abd al-Malik, kemudian diubah menjadi kerajaan yang terpisah dari kekuasaan Dinasti Bani Abbas berhasi menaklukkan Dinasti Umayah di Damaskus.
A.    Peradaban Umayah di Syiria (661-680 M)
Perintisan Dinasti Umayah dilakukan oleh Mu’awiyah dengan cara menolak membai’at Ali, berperang melawan Ali, dan melakukan perdamaian dengan pihak Ali yang secara politik sangat menguntungkan Mu’awiyah. Setelah Ali terbunuh oleh kaum Khawarij, kekuasaan dipegang oleh Hasan Ibn Ali yang kemudian mengadakan perjanjian dengan Mu’awiyah dan pada akhirnya mengubah sistem pemerintahan khilafah menjadi kerajaan.
Dinasti Umayah di Syiria berlangsung selama 91 tahun dengan kurang lebih 14 khalifah. Pada masa ini gelar pemimpin pusat tidak disebut raja akan tetapi khalifah dengan makna konotatif yang berarti khalifah Allah, pemimpin atau penguasa yang diangkat oleh Allah. Sedangkan istilah khalifah empat pada zaman setelah Nabi Muhammad SAW wafat, disebut khalifah Rasul sebagai pemimpin masyarakat. Pada zaman itu yang diangkat sebagai putra mahkota adalah Yazid Ibn Mu’awiyah.
Pengangkatan Yazid mendapat respon keras dari masyarakat karena Mu’awiyah sendiri telah mengganti sistem pemerintahan dari khalifah menjadi kerajaan. Kemudian pengangkatan Yazid berarti telah melanggar perjanjian dengan Hasan Ibn Ali ra. Ketika Yazid naik tahta banyak masyarakat yang menolak untuk melakukan bai’at. Akan tetapi Mu’awiyah berhasil memaksa mereka untuk melakukan bai’at.
Pada zaman dinasti Umayah, wilayah kerajaan mencakup Spanyol, Afrika Utara, Syiria, Palestina, Jazirah Arabia, Irak, sebagian kecil Asia, Persia, Afganistan, India, Pakistan, Turkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah. Pemimpin wilayah dibagi menjadi dua yakni: pemimpin pusat (khalifah) dan pemimpin wilayah kemudian juga dibagi ke dalam empat departemen: departemen perpajakan tanah, departemen yang bertugas merancang ordonansi pemerintah, departemen surat menyurat, dan departemen perpajakan umum. Sedangkan kelas masyarakat pada zaman tersebut dibedakan berdasarkan agama seperti bagan di bawah ini:
                                                Islam:              1. Masyarakat Arab beragama Islam  
                                                                  2. Masyarakat non-Arab yang memeluk Islam
Dinasti Umayah
                                          Non-Islam:      1. Non-Islam yang dilindungi
                                                                  2. Non-Islam yang dijamin keamanannya
Pada zaman ini juga banyak perkembangan-perkembangan dari segi ilmu agama yakni: penyempurnaan penulisan Al-Quran dan hadits, ilmu teologi Khawarij dan Murji’ah, didirikannya Madrasah Hasan Al-Bashri, dan adanya aliran fikih. Berakhirnya Dinasti Umayah syiria disebabkan oleh tiga kekuatan yang mengancam khilafah yakni: (1) Bani Hasyim yang terdiri dari Syi’ah yang dipimpin oleh Abu Muslim al-Khurasani dan Bani al-Abbas yang dipimpin oleh Abu Abbas, (2) Khawarij, dan (3) Mawali.

B.     Peradaban Umayah di Andalusia (705-1031 M)
Andalusia adalah nama bagi semenanjung Iberia pada zaman kejayaan Umayah. Bani Umayah dapat menguasai Andalusia karena Abd al-Rahman Ibn Mu’awiyah bergelar al-Dakhil berhasil melarikan diri dari serangan Bani Abbas yang menyerang Daulah Umayah di Damaskus. Ia berhasil menginjakkan kaki di Andalusia dan selama 32 tahun berkuasa ia berhasil mengatasi berbagai macam ancaman baik dari dalam maupun dari luar.
Kemajuan Dinasti Umayah di Andalusia dicapai pada zaman al-Muntashir, pengganti Abd al-Rahman al-Dakhil. Kemajuan Cordova ditandai dengan al-Qashr al-Kabir (kota satelit), Rushafat (istana yang dikelilingi taman di sebelah barat laut Cordova), masjid jami Cordova, dan al-Zahra (kota satelit di bukit pegunungan Sierra Morena).
Perkembangan dalam ilmu bahasa dan sastra juga terus meningkat. Masyarakat Bani Umayah diwajibkan untuk dapat berbahasa Arab sama seperti Bani Umayah Syiria. Bahkan kitab Taurat pun diterjemahkan dalam Bahasa Arab. Perkembangan sastra dan syair mendorong juga pertumbuhan ilmu musik dan seni suara di Andalusia. Bapak musik pada zaman ini adalah Hasan Ibn Nafi. Keahliannya di bidang musik membuat dia dianggap sebagai peletak dasar musik Spanyol modern. Sigrid Hunke dan Abd al-Mun’im Maguid menginformasikan bahwa ulama Arablah yang memperkenalkan not lagu :do-re-mi-fa-sol-la-si. Not itu diambil dari bunyi-bunyi huruf Arab.
Madzhab fikih yang berkembang di Cordova adalah Maliki. Madzhab ini diperkenalkan oleh Ziyad Ibn Abd al-Rahman Ibn Ziyad al-Lahmi pada zaman Hisyam I Ibn Abd al-Rahman al-Dakhil. Ulama besar di bidang fikih yang hidup pada zaman Umayah di Spanyol adalah Abu Muhammad Ali Ibn Hazm. Pada awalnya, beliau adalah pengikut imam al-Syafi’i kemudian pindah ke madzhab al-Zhahiri.
Perkembangan ilmu filsafat dan eksakta juga menonjol di zaman ini. Salah satu diantaranya yang berjasa adalah Abu al-Qasim Maslamah Ibn Ahmad al-Majriti di bidang ilmu matematika, astronomi, kedokteran dan kimia. Pada zaman ini angka-angka India (0,1,2, hingga 9) mulai diperkenalkan berkat buku Sinbad yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Selain itu ulama Arab juga mulai mengembangkan ilmu pengobatan sehingga melahirkan ilmu apotek dan farmasi.
 Dinasti Umayah di Spanyol mulai mengalami kemunduran ditandai dengan adanya perebutan kekuasaan secara internal dinasti. Kemunduran ini disebabkan karena penggantian khalifah yang mencapai 14 kali, adanya teror yang dialami khalifah Umayah Ibn  Abd al-Rahman yang mengakibatkan suasana pemerintahan menjadi tidak kondusif sehingga dihapuslah sistem khalifah di Andalusia selamanya.

Sumber:
 Mubarok, Jaih.2008.Sejarah Peradaban Islam.Bandung:Pustaka Islamika.

No comments:

Post a Comment